Strategi Bank Syariah Hadapi “New Normal”

Photo by Morning Brew on Unsplash

Indonesia masih berjibaku melawan Covid-19 selama hampir lima bulan terakhir dan masih berlangsung hingga saat ini, pemerintah telah mengeluarkan berbagi kebijakan untuk menekan penyebaran virus dikalangan masyarakat, salah satu kebijakan yang dinilai memiliki dampak dalam menekan penyebaran virus adalah Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Kebijakan PSBB yang diterapkan mengharuskan sebagian besar kegiatan masyarakat berhenti dalam jangka waktu yang ditentukan, tidak terkecuali kegiatan usaha pada beberapa sektor yang tidak diizinkan beroperasi selama PSBB diberlakukan. Akibatnya banyak karyawan yang dirumahkan oleh perusahaan karena kegiatan produksinya telah dihentikan sementara

Kendati terdapat banyak kegiatan usaha yang terpaksa “macet” selama berlangsungnya PSBB di beberapa daerah, namun terdapat 10 sektor usaha yang masih diperbolehkan beroperasi, seperti sektor kesehatan, sektor pangan, makanan dan minuman, sektor energi, sektor komunikasi, teknologi dan informasi, sektor keuangan, sektor logistik, sektor konstruksi, sektor industri strategis, sektor pelayanan dasar, dan sektor usaha yang melayani kebutuhan sehari-hari. Kebijakan PSBB dinilai oleh pemerintah lebih efektif jika dibandingkan dengan pemberlakuan lockdown karena tetap memikirkan kepentingan perekonomian yang tidak boleh benar-benar mati. Kendati demikian, kebijakan PSBB telah berdampak pada merosotnya tingkat pertumbuhan ekonomi nasional, karena adanya pembatasan kegiatan ekonomi di tengah-tengah masyarakat. Dampak ekonomi di tengah penerana PSBB menjadi isu utama, karena lebih dari 2 juta pekerja telah dirumahkan dan banyak usaha kecil mikro dan menengah (UMKM) yang sulit bertahan dengan kondisi dimana masyarakat harus membatasi kegiatan yang berkaitan dengan kontak fisik atau berkerumun secara masal.

Demi menjaga denyut ekonomi yang tidak boleh berhenti, maka setelah menimbang dan mengevaluasi penerapan PSBB dibeberapa daerah, Presiden Joko Widodo mulai menegaskan bahwa keinginannya agar masyarakat Indonesia dapat hidup berdampingan dengan Corona. Kendati wacana New Normal masih menjadi sebuah polemik, namun pemerintah akan tetap melakukan uji coba di tiga kota yaitu Yogyakarta, Kepulauan Riau dan Bali. Mengutip dari laman resmi Universitas Gadjah Mada, sosiolog UGM menyatakan bahwa pemerintah perlu menyiapkan infrastruktur pendukung terlebih dahulu sebelum benar-benar menerapkan New Normal, selain itu pemerintah juga dinilai perlu lebih hati-hati dalam menyiapkan protokol kesehatan yang cukup jelas dan juga materi sosialisasi untuk masyarakat luas.

Menyikapi wacana yang digaungkan oleh pemerintah pusat mengenai era New Normal, bank syariah telah menyiapkan beberapa strategi yang akan diterapkan jika wacana tersebut benar-benar dilakukan. Mengutip dari finance.detik.com setidaknya terdapat lima strategi yang akan digunakan oleh rata-rata bank syariah di Indonesia untuk memasuki babak baru New Normal setelah diberlakukannya PSBB untuk memerangi Pandemi Covid-19, diantaranya adalah:

Perbankan syariah akan melakukan mitigasi risiko dengan cara restrukturisasi pinjaman dengan memilih secara hati-hati debitur yang layak utangnya direstrukturisasi. Asosiasi Perbankan Syariah Indonesia (Abisindo) telah sepakat bahwa perbankan syariah harus tetap tumbuh, oleh karena itu perbankan syariah akan terus fokus pada industri yang masih memiliki prospek baik ditengah pandemi.

Perbankan syariah akan fokus mengembangkan digital banking dan online banking, karena pada kondisi pandemi seperti saat ini layanan digital banking dan online banking harus diuji apakah sudah dimanfaatkan dengan benar oleh para nasabahnya. Perbankan syariah akan melakukan pendampingan kepada para debitur terutma UMKM dengan tujuan agar mereka mampu mempertahankan usahanya, dengan begitu debitur masih tetap memiliki kemampuan untuk membayar kewajibannya. Perbankan syariah harus melakukan digital marketing, menyusul pola kehidupan baru dimasyarakat ditengah pandemi yang membatasi kontak fisik dan lebih memprioritaskan kegiatan sehari-hari dijalankan secara virtual.

Strategi persiapan yang dilakukan oleh bank syariah bertujuan agar roda perekonomian tidak berhenti, karena di tengah kondisi pandemi saat ini hampir saja mampu melumpuhkan sendi perekonomian yang ada. Sehingga harapannya dengan lima strategi yang akan dijalankan oleh perbankan syariah kegiatan ekonomi di era normal baru dapat berjalan dengan baik.

Penulis :

Nulido Firgiyanto

Reviewer :

Lusiana Ulfa Hardinawato, S.Ei., M.Si.

Editor :

Nulido Firgiyanto

Sumber :

https://ugm.ac.id/id/berita/19463-sosiolog-ugm-infrastruktur-protokol-kesehatan-prasyarat-utama-the-new-normal

https://finance.detik.com/moneter/d-5037721/strategi-perbankan-syariah-di-era-new-normal

https://tirto.id/bagaimana-skenario-new-normal-jokowi-yang-ditarget-pulihkan-ekonomi-fDaQ

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: