MUI Beberkan Peluang dan Tantangan Industri Makanan dan Minuman Halal di Indonesia

radiounisia.com

Indonesia menjadi negara dengan populasi penduduk Muslim terbesar di dunia dengan persentase 87,2% dari populasi penduduk Indonesia yang berjumlah 263 juta jiwa. Angka tersebut mampu merepresentasikan sebesar 13% dari total populasi Muslim yang ada di dunia. Selain menjadi negara yang mayoritas masyarakatnya bergama Islam, Indonesia memiliki potensi besar lainnya yang dapat dijadikan modal agar mampu bersaing memperebutkan status sebagai pusat industri halal global, yaitu sumberdaya alam yang melimpah. Namun sayangnya, peluang tersebut belum mampu dimanfaatkan secara maksimal, khusunya untuk sektor makanan dan minuman halal. Bukan tanpa upaya, sebenarnya Pemerintah Republik Indonesia telah menetapkan payung hukum terkait Jaminan Produk Halal melalui UU No.33 tahun 2014, akan tetapi pengaruh dari regulasi tersebut nampaknya masih belum dirasakan secara signifikan terhadap pertumbuhan dan percepatan industri halal di Indonesia.

MUI melalui laman resminya telah mengungkapkan setidaknya terdapat empat tantangan yang harus dihadapi dalam upaya pertumbuhan dan percepatan industri makanan dan minuman halal di Indonesia. Tantangan utama yang harus dilewati oleh Indonesia adalah mengenai permintaan dan pasar. Berdasarkan banyaknya penduduk Muslim di Indonesia seharusnya permintaan dan pasar untuk makanan dan minuman halal sudah tidak lagi menjadi persoalan, karena berdasarkan catatan yang dirilis dalam Masterplan Ekonomi Syariah Republik Indonesia 2019-2024 pertumbuhan masyarakat kelas menengah diprediksi akan meningkat 7-8% setiap tahunnya, maka secara otomatis daya beli masyarakat seharusnya akan meningkat juga. Tetapi faktanya, sampai saat ini pelaku usaha di Indonesia khususnya UMKM masih memiliki akses yang terbatas, apalagi untuk menembus pasar Internasional. Selain itu, riset mengenai pergerakan pasar, segmentasi dan selera pasar juga sama terbatasnya. Hal demikian yang mendasari bahwa permasalahan mengenai permintaan dan pasar masih perlu diatasi.

Tantangan kedua yang masih menjadi penghambat bagi perkembangan industri makanan dan minuman halal di Indonesia adalah teknologi dan informasi. Kendati teknologi dan informasi mengalami peningkatan yang pesat, akan tetapi pemanfaatan keduanya masih belum optimal. Permasalahan mengenai minimnya pemanfaatan teknologi dan informasi dirasakan pula oleh beberapa pelaku usaha. Karena meskipun ketersediaan dan kemudahaan telah diberikan oleh LPPOM MUI dengan digunakannya Sertifikasi terbaru yaitu Cerol v3.0, nyatanya masyarakat masih perlu diberikan pemahaman dan sosialiasasi yang lebih intens terkait penggunaan aplikasi tersebut. Sehingga tujuan dari optimalisasi penggunaan teknologi dan informasi tidak hanya dinilai berhasil dari satu parameter saja.

Tantangan selanjutnya yang tidak kalah penting untuk dihadapi adalah mengenai pembiayaan. Terkait hal tersebut MUI menyatakan bahwa, UMKM di Indonesia sebenarnya sudah memiliki alternatif yang cukup banyak tersedia melalui skema pembiayaan seperti KUR, LPEI, Ventura atau dengan berkolaborasi bersama lembaga keuangan dan perbankan syariah. Namun, permasalahan kemudian timbul ditengah banyaknya alternatif yang ditawarkan, karena sebagian besar lembaga pembiayaan masih membutuhkan jaminan, seperti ijazah, sertifikat, dan terutama rancangan bisnis, yang sayangnya kebanyakan dari pelaku usaha masih belum bisa memenuhi syarat-syarat tersebut.

Selayaknya permintaan dan pasar, teknologi dan informasi serta pembiayaan, yang tidak kalah penting dalam mempercepat pertumbuhan industri makanan dan minuman halal di Indonesia adalah riset atau penelitian. Peran dari berbagai stakeholder dalam peningkatan riset perlu terus diupayakan, karena riset merupakan salah satu bagian terpenting untuk mendapatkan sebuah temuan permasalahan beserta solusi dilapangan agar tidak salah dalam menentukan arah kebijakan yang digunakan dalam pengembangan industri makanan dan minuman halal di Indonesia, sehingga target capaian yang diinginkan dapat terlaksana sesuai dengan sasaran yang tepat.

Sudah menjadi keharusan bukan hanya bagi pamerintah, tetapi seluruh stake holder yang berkaitan dengan upaya pengembangan industri halal di Indonesia untuk berperan aktif berdasarkan kontribusi masing-masing yang mampu diberikan, agar tujuan Indonesia sebagai pusat industri halal global dapat terwujud.

Penulis :

Nulido Firgiyanto

Reviewer :

Lusiana Ulfa Hardinawati, S.Ei., M.Si

Editor :

Nulido Firgiyanto

Sumber : 

Peluang dan Tantangan Industri Makanan dan Minuman Halal. Majelis Ulama Indonesia http://www.halalmui.org/mui14/main/detail/peluang-dan-tantangan-industri-makanan-dan-minuman-halal

Data Penduduk Muslim 2020. ibTimes.id https://ibtimes.id/data-populasi-penduduk-muslim-2020-indonesia-terbesar-di-dunia/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: