Wakaf Saham, Sarana Investasi Dunia dan Akhirat

Photo by Jason Briscoe on Unsplash

Wakaf merupakan salah satu instrumen keuangan Islam yang memiliki potensi cukup besar dalam pengembangan ekonomi umat. Wakaf adalah bentuk filantropi dalam Islam yang merupakan salah satu cara penggunaan harta yang dianjurkan oleh Allah dan Nabi Muhammad.

Wakaf bertujuan untuk mewujudkan kemaslahatan manusia dengan mendekatkan diri kepada Allah dan untuk memperoleh pahala yang berkelanjutan dari pemanfaatan harta yang diwakafkan. Pahala wakaf akan terus mengalir walaupun Wakif (orang yang berwakaf) telah meninggal dunia. 

Sumber hukum wakaf dijelaskan dalam Q.S Ali-Imran : 92 yang artinya “kamu sekali-kali tidak sampai kepada kebajikan (yang sempurna) sebelum kamu menafkahkan sebagian harta yang kamu cintai. Dan apa saja yang kamu nafkahkan, maka sesungguhnya Allah mengetahui.” 

Wakaf telah dijalankan sejak zaman rasul hingga saat ini dengan bentuk yang lebih luas. Seiring dengan perkembangan jenis wakaf, terdapat berbagai jenis aset yang dapat dimanfaatkan sebagai objek wakaf, salah satunya ialah saham. Wakaf saham adalah wakaf dengan objek keuntungan investasi saham atau berbentuk saham yang keuntungannya dikelola oleh Nadzir (pengelola wakaf) dan kemudian disalurkan pada pengembangan fasilitas umum untuk menjadi aset sosial. Dengan adanya wakaf saham, #GenSyariah dapat melakukan dua kegiatan yakni investasi sekaligus sedekah jariyah. 

Objek dari wakaf saham terdiri atas :

  1. Saham syariah yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) dan masuk Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI)
  2. Keuntungan investasi saham syariah (capital gain dan dividen)

#GenSyariah Perlu tau, Pengembangan wakaf saham di Indonesia berbeda dengan model wakaf yang berkembang di dunia saat ini. Dikutip dari duitologi.com Kepala Pasar modal Syariah BEI Irwan Abdalloh memberikan contoh negara tetangga yang sudah memiliki wakaf saham, namun model investornya adalah perusahaan-perusahaan. Pemilik perusahaan yang ingin berwakaf, maka  sebagian dari sahamnya diwakafkan ke Nadzir, saham yang diwakafkan nantinya akan menerima bonus atau deviden dari perusahaan tersebut. Bonus deviden inilah yang disalurkan manfaatnya. Sedangakan, terdapat berbedaam untuk wakaf saham di Indonesia, dimana setiap orang atau investor saham bisa melakukan wakaf. Metode seperti ini dapat melibatkan lebih banyak orang dan tidak hanya terbatas pada perusahaan saja yang dapat melakukan wakaf saham. 

Untuk skema metode wakaf, #GenSyariah harus memiliki akta ikrar atau pernyataan yang akadnya adalah wakalah yang dikeluarkan oleh Nadzir. Karena di pasar saham Indonesia saham harus berpindah-pindah melalui anggota bursa, perusahaan efek, dan broker saham, maka #GenSyariah maupun Nadzir harus mempunyai akun di perusahaan efek. Broker inilah yang berfungsi sebagai pihak yang mewakili Nadzir untuk menerima wakaf saham dan mewakili wakif/investor untuk menyerahkan wakaf saham tersebut. 

Di Indonesia wakaf saham akan dikelola oleh BEI yang berkolaborasi dengan Badan Wakaf Indonesia (BWI). Untuk memastikan tidak ada kepentingan para Wakif yang terabaikan maka akan ada MoU untuk mengikat BEI, BWI dan AB-SOTS. 

Penulis :

Mohammad Riko Prastio

Reviewer :

Lusiana Ulfa Hardinawati, S.Ei., M.Si

Editor :

Nulido Firgiyanto

Sumber: 

Nurhayati, S.W., 2015. Akuntansi Syariah di Indonesia, Jakarta: Salemba Empat

Duitologi.com https://duitologi.com/articles/2019/11/14/apa-itu-wakaf-saham-begini-skema-dan-penjelasannya/

BNI Sekuritas https://www.bnisekuritas.co.id/wakaf/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: