Tren Produk Kecantikan Kian Meroket, Kemenperin Andalkan Farmasi dan Kosmetik Halal

Photo by Nathaniel Yeo on Unsplash

Hai #GenSyariah..

Produk kosmetik dan farmasi yang yang #GenSyariah gunakan atau konsumsi ternyata memiliki dampak pada pertumbuhan ekonomi nasional lho..

Terlebih kosmetik berlabel halal yang saat ini mungkin menjadi pilihan bagi #GenSyariah yang mengutamakan keamanan dan kehalalan atas produk yang digunakan.

Indonesia terus berupaya untuk mencapai visi sebagai pusat ekonomi syariah terkemuka di dunia, salah satunya adalah dengan semakin menguatkan rantai nilai halal (halal value chain). Nah, salah satu klaster yang dijadikan fokus pengembangan untuk mencapai visi  tersebut adalah klaster farmasi dan kosmetik halal.

Apakah #GenSyariah merasa lebih aman dan nyaman jika produk obat- obatan dan kosmetik memiliki label halal? permintaan masyarakat Muslim yang ada di Indonesia terhadap produk obat-obatan dan kosmetik yang berlabel halal menjadi salah satu potensi pasar yang cukup besar bagi perkembangan industri farmasi dan kosmetik halal.

#GenSyariah, sebelum membahas lebih jauh lagi perlu diketahui hal dasar yang membedakan produk farmasi dan kosmetik halal dengan produk yang tidak teruji kehalalannya. Pada dasarnya farmasi dan kosmetik halal merupakan produk yang terbuat dari bahan yang sesuai dengan syariat Islam, terbebas dari unsur binatang yang diharamkan dan terhindar dari proses penyembelihan yang tidak sesuai dengan tuntunan Islam. Menurut State of Global Islamic Report 2019/ 2020 menyatakan Indonesia menjadi peringkat ke-4 sebagai negara dengan konsumsi produk farmasi terbanyak. Sementara pada sektor kosmetik, Indonesia merupakan negara kedua dengan jumlah konsumsi kosmetik terbesar setelah India.

#GenSyariah, farmasi dan kosmetik ini telah masuk pada daftar sektor industri andalan dari Kementerian Perindustrian. Kenapa begitu? Jadi, dari tahun 2013 sampai 2017 pangsa pasar produk farmasi di Indonesia mengalami kenaikan. Kenaikan pangsa pasar didukung dengan meningkatnya tren konsumsi produk kecantikan, terlebih saat ini kemudahan memperoleh produk kecantikan tersebut diimbangi dengan e-commerce yang menyediakan beragam produk kecantikan. Industri kosmetik di dalam negeri bertambah sebanyak 153 perusahaan pada tahun 2017, hingga saat ini jumlahnya mencapai lebih dari 760 perusahaan. 

Perkembangan produk kosmetik nasional juga dipengaruhi oleh minat masyarakat, tidak hanya dalam negeri tetapi juga luar negeri. Dalam industri skala menengah dan besar, beberapa sudah mengekspor produknya dan pada 2017, nilai ekspor produk kosmetik nasional mencapai USD 516,99 juta, naik dibandingkan tahun 2016 sebesar USD 470,30 juta. Potensi pasar kosmetik juga tidak lepas dari pengaruh tren masyarakat untuk menggunakan produk alami (back to nature), sehingga membuka peluang munculnya produk kosmetik berbahan alami seperti produk-produk spa yang berasal dari Bali. Selain itu perlu #GenSyariah ketahui juga bahwa peningkatan jumlah populasi penduduk usia muda atau generasi milenial sangat mempengaruhi potensi pasar kosmetik. 

Penulis :

Dicka Mega Kriswanda

Reviewer :

Lusiana Ulfa Hardinawati, S.Ei., M.Si

Editor :

Nulido Firgiyanto

Sumber :

Masterplan Ekonomi Syariah Indonesia 2019- 2024

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: