Rendahnya Indeks Literasi Syariah di Indonesia, Jadi PR Siapa?

Photo by Isaac Smith on Unsplash

Rendahnya kepedulian terhadap Ekonomi Syariah ditengah masyarakat yang tercermin dari rendahnya tingkat Literasi Ekonomi Syariah rupanya masih menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah maupun bagi instansi atau Lembaga Swadaya Masyarakat yang bergerak dalam kegiatan pengembangan Ekonomi Syariah di Indonesia. Baru-baru ini Bank Indonesia telah merilis hasil dari tingkat Literasi Ekonomi Syariah dengan yang didapat dengan mekanisme penyusunan indeks berdasarkan pada hasil survey.

Sebenarnya apa itu Literasi Ekonomi Syariah?

Literasi Ekonomi Syariah adalah pengetahuan mendasar mengenai prinsip ekonomi dan keuangan menurut aturan Islam, serta memiliki keterampilan dan keyakinan dalam mengelola sumber keuangannya secara tepat guna, untuk mencapai kesejahteraan dan keseimbangan dunia dan akhirat sesuai dengan tuntutan agama. Tujuan dilakukannya survey mengenai Literasi Ekonomi Syariah tidak lain dan tidak bukan adalah untuk mengukur tingkat literasi masyarakat terhadap ekonomi dan keuangan syariah yang ada di Indonesia. Berdasarkan hasil yang dirilis oleh Bank Indonesia, survey dilakukan di 13 Provinsi dalam jangka waktu dari Mei-September 2019. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara tatap muka serta menggunakan bantuan kuesioner terstruktur, dengan kualifikasi sampel individu/rumah tangga yang berusia 17-65 tahun dan beragama Islam.

Aspek apa saja yang dinilai dalam Indeks Literasi Syariah?

Setidaknya terdapat enam aspek penilaian yang diukur untuk menentukan tingkat literasi masyarakat mengenai ekonomi dan keuangan syariah. Aspek-aspek tersebut adalah Ekonomi Syariah, Lembaga Keuangan Sosial Syariah, Produk dan jasa Halal, Pengelolaan Keuangan secara Syariah, Kemampuan Numerik Ekonomi Syariah dan Sikap terhadap Masa Depan. Kemudian dari hasil survey yang didapat akan dilakukan perhitungan indeks dan penentuan tingkat literasi yang didasarkan pada kriteria (passing grade) tertentu. Tingkat literasi Ekonomi Syariah dikelompokkan kedalam empat kategori yaitu;

  • Not Literate

Kondisi seseorang yang tidak mengetahui dan memahami prinsip (istilah) ekonomi maupun keuangan syariah.

  • Less Literate

Kondisi seseorang yang kurang mengetahui dan memahami serta tidak memiliki kemampuan (skill) numerik, perilaku dan sikap positif guna perencanaan dan pengelolaan keuangan secara syariah.

  • Sufficient Literate

Kondisi seseorang yang cukup mengetahui dan memahami serta memiliki kemampuan (skill) perilaku dan sikap positif dalam perencanaan dan pengelolaan keuangan secara syariah.

  • Well Literate

Kondisi seseorang yang mengetahui dan memahami dengan baik serta memiliki kemampuan (skill) numerik, perilaku dan sikap positif guna perencanaan dan pengelolaan keuangan secara syariah.

Apa tujuan dari dilakukannya pengukuran Indeks Literasi Ekonomi Syariah di Indonesia?

Berdasarkan berita yang dikutip dari media online republika.co.id, sesuai dengan pernyataan yang disampaikan oleh Direktur Departemen Ekonomi dan Keuangan Syariah, Muhammad Anwar Bashori bahwa Indeks Literasi Ekonomi Syariah di Indonesia akan dijadikan baseline parameter perkembangan ekonomi syariah di Indonesia, selain itu indeks tersebut juga akan menjadi tolak ukur bagi setiap program ekonomi syariah yang akan dilakukan kedepannya.

Lalu, Bagaimana Hasil Indeks Literasi Ekonomi Syariah di Indonesia?

Sayangnya hasil dari survey yang dilakukan untuk mengukur Indeks Literasi Ekonomi Syariah di Indonesia menyatakan hanya 16,3% dari total 3312 responden yang tergolong kedalam kategori well literate. Sisanya, sebanyak 27,2% dalam kategori sufficient Literate, 32,5% Less Literate dan 24% termasuk kedalam kategori Not Literate. Hasil ini memang seakan memperjelas bahwa perlu adanya pengembangan dari berbagai macam pihak untuk setidaknya memberikan pemahaman dasar dan informasi yang optimal mengenai Ekonomi Syariah di kalangan masyarakat luas. Tentu celah ini bukan hanya sebagai pekerjaan rumah yang harus ditanggung oleh pemerintah saja, namun beberapa pihak terkait yang memiliki kepedulian terhadap Ekonomi Syariah dapat memanfaatkan hasil indeks mengenai Ekonomi Literasi Ekonomi Syariah yang dikeluarkan oleh Bank Indonesia untuk melakukan strategi penanggulangan masalah minimnya kepedulian, pemahaman, sikap dan implementasi di bidang Ekonomi dan Keuangan Syariah.

Jadi, rendahnya tingkat Literasi Ekonomi Syariah masyarakat sudah sejatinya menjadi Pekerjaan Rumah yang harus diselesaikan, bukan hanya oleh pemerintah melainkan juga beberapa Stakeholder terkait yang mampu memberikan kontribusi lain sehingga akan menciptakan kolaborasi antar pihak untuk mempercepat kenaikan nilai indeks Literasi Ekonomi Syariah di Indonesia.

Mengacu pada pandangan tersebut Syariah.in turut berusaha membantu memberikan informasi mengenai Ekonomi dan Keuangan Syariah yang dikemas secara menarik dan dibagikan melalui beberapa media sosial seperti instagram, Line Official, Telegram dan Website sehingga dapat memperkaya informasi mengenai Ekonomi Syariah.

Dukung Syariah.in melalui semangat dengan menyebarkan informasi dari akun media sosial kami kepada seluruh kerabat dan orang-orang terdekat dari #GenSyariah agar mereka peduli pada perkembangan Ekonomi Syariah di Indonesia. Dukungan lain dapat pula #GenSyariah berikan dalam bentuk ide, kritik dan saran yang disampaikan kepada kami dengan menghubungi Syariah.in melalui menu kontak.

Penulis :

Nulido Firgiyanto

Reviewer :

Lusiana Ulfa Hardinawati, S.Ei., M.Si.

Editor :

Nulido Firgiyanto

Sumber :

Indeks Literasi Ekonomi Syariah (Departemen Ekonomi dan Keuangan Syariah Bank Indonesia)

republika.co.id

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: