Reksadana Syariah, Instrumen Investasi Rendah Risiko

Photo by Austin Distel on Unsplash

Saat ini investasi bukan hanya identik dengan kegiatan yang hanya bisa dilakukan oleh orang tua saja. Generasi milenial dan #GenSyariah saat ini sudah banyak menyadari akan pentingnya investasi. Hal tersebut tentu tidak lepas dari kondisi keterbukaan informasi seperti saat ini, dimana generasi milenial dapat dengan mudah memperoleh informasi mengenai investasi hanya dengan membuka media sosial yang mereka miliki. Informasi mengenai berbagai jenis instrumen investasi dapat dengan mudah ditemukan di media sosial seperti instagram, twitter, facebook dan bahkan tiktok.

Kali ini #GenSyariah akan kami ajak untuk mengenal Reksadana Syariah yang merupakan salah satu instrumen investasi rendah risiko, sehingga cocok untuk #GenSyariah yang berkeinginan untuk memulai investasi. Yuk simak selengkapnya!

Reksadana dikenal dengan tiga kelebihan yang mungkin tidak dimiliki oleh instrumen investasi lainnya, diantaranya adalah aman, proses yang mudah dan cepat serta menguntungkan.

Lalu sebenarnya apa itu reksadana?
Reksadana adalah wadah yang dipergunakan untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal untuk selanjutanya diinvestasikan dalam Portofolio Efek oleh Manajer Investasi.

Perbedaan Reksadana Syariah dengan Reksadana Konvensional

Reksadana SyariahReksadana Konvensional
Dikelola sesuai prinsip syariahDikelola tanpa memperhatikan prinsip syariah
Investasi hanya pada efek syariahInvestasi pada seluruh efek
Terdapat mekanisme pembersihan harta Non-Halal (Cleansing)Tidak menggunakan konsep pembersihan harta
Profesional yang mengelola wajib mengerti kegiatan yang dilarang berdasarkan prinsip syariah dan diawasi oleh DPSProfesional yang mengelola tidak wajib mengerti kegiatan yang dilarang berdasarkan prinsip syariah

Jenis-jenis Reksadana Syariah

Reksadana Syariah Pasar Uang

Reksadana Syariah Pasar Uang adalah reksadana syariah yang hanya melakukan investasi pada instrumen pasar uang syariah dalam negeri dan/atau efek syariah berpendapatan tetap yang jangka waktu atau sisa jatuh temponya tidak lebih dari 1 tahun.

Reksadana Syariah Pendapatan Tetap

Reksadana Syariah Pendapatan Tetap adalah reksadana syariah yang melakukan investasi paling sedikit 80% dari nilai bersih dalam bentuk efek syariah berpendapatan tetap.

Reksadana Syariah Campuran

Reksadana Syariah Campuran adalah reksadana syariah yang mempunyai kewajiban untuk berinvestasi pada instrumen saham syariah, efek syariah berpendapatan tetap dan pasar uang syariah dengan komposisi masing-masing paling banyak 79%. Ketiga instrumen tersebut harus dimiliki oleh reksadana syariah campuran pada saat yang bersamaan, artinya tidak boleh memiliki hanya dua dari ketiga instrumen reksadana tersebut.

Reksadana Syariah Saham

Reksadana Syariah Saham adalah reksadana syariah yang melakukan investasi paling sedikit 80% dari nilai aktiva bersih dalam bentuk efek saham.

Manfaat Reksadana

  • Kemudahan akases berinvestasi

Investasi reksadana dapat dengan mudah dilakukan melalui Agen Penjual Efek Reksadana, Manajer Invetasi dan bahkan melalui aplikasi elektronik.

  • Dikelola oleh Manajer Investasi

Manajer Investasi merupakan manajemen profesional yang memiliki keahlian khusus dalam bidan pengelolaan dana.

  • Diversifikasi Investasi

Reksadana tidak hanya berfokus pada satu investasi pada satu perusahaan saja, sehingga akan mampu mengurangi risiko yang ada meski tidak dapat menghilangkannya secara penuh.

  • Likuiditas Tinggi

Likuiditas yang tinggi akan membantu investor dapat mencairkan kembali unit penyertaanya setiap saat sesuai dengan ketetapan yang dibuat oleh masing-masing reksadana.

  • Dana Investasi Rendah

Dana investasi yang dibutuhkan jika #GenSyariah ingin berinvestasi di reksadana tergolong jauh lebih rendah jika dibandingkan dengan instrumen investasi lainnya.

  • Transparansi

Jenis investasi reksadana jelas memberikan informasi perkembangan portofolio serta biaya secara berkelanjutan. Hal tersebut dapat membantu ketika pemegang unit penyertaan ingin memantau keuntungan, biaya, serta risiko setiap saat ketika diinginkan.

Risiko Reksadana

  • Risiko berkurangnya nilai unit pernyertaan

Risiko ini merupakan risiko utama yang dikarenakan adanya fluktuasi dari harga aset atau efek pada reksadana tersebut.

  • Risiko Likuiditas

Risiko ini dapat terjadi ketika Manajer Investasi tidak dapat dengan segera melunasi transaksi penjualan kembali unit penyertaan reksadana, OJK telah mengatur bahwa Manajer Investasi harus melunasi seluruh transaksi penjualan kembali paling lambat 7 hari bursa transaksi sebagai upaya pengurangan risiko likuiditas.

  • Risiko Wanprestasi

Risiko ini disebabkan karena efek berpendapatan tetap yang menjadi tujuan investasi reksadana mengalami gagal bayar.

Bagaimana #GenSyariah tertarik untuk memulai investasi?

Sumber:

reksadana.ojk.go.id

mandirisyariah.co.id

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: