Menilik Perkembangan Bank Syariah di Asia Tenggara (Indonesia)

Berdirinya Mit Gamr Bank di Mesir pada tahun 1963 menjadi titik awal perkembangan Perbankan Syariah di dunia. 12 tahun berselang, berdirilah Dubai Islamic Bank yang merupakan bank syariah komersil pertama pada tahun 1975. Perkembangan perbankan syariah terus meluas hingga wilayah Asia Tenggara, dimulai pada tahun 1983 berdiri Bank Islam Malaysia Berhad di Malaysia yang menjadi bank syariah pertama di kawasan Asia Tenggara sekaligus sebagai tanda berkembangnya industri perbankan syariah di kawasan tersebut.

Asia Tenggara merupakan wilayah dengan variasi yang beragam dalam konteks pengembangan perbankan syariah. Malaysia sebagai negara yang mempelopori berkembangnya perbankan syariah di Asia Tenggara dinilai paling cepat dalam urusan pengembangan perbankan syariah diantara negara-negara ASEAN lainnya, kemudian ada Indonesia yang tak kalah gencar dalam usahanya untuk mengembangkan perbankan syariah. Malaysia dan Indonesia merupakan dua negara yang menjadi kunci penggerak utama perkembangan industri perbankan syariah di wilayah Asia Tenggara. Selain Indonesia dan Malaysia, ada Brunei Darussalam dan Singapura yang dipandang tak kalah gencar dalam mengembangkan industri perbankan syariah, disusul oleh Filipina dan Thailand yang juga ikut berperan dalam berkembangnya perbankan syariah di Asia Tenggara dengan mengakomodir keberadaan bank syariah di negaranya.

Wilayah Asia Tenggara memiliki potensi untuk mempertahankan keunggulannya sebagai salah satu pusat industri perbankan syariah di dunia. Pada postingan ini akan dibahas mengenai perkembangan perbankan syariah di Indonesia, sebelum kita membahas mengenai perkembangan perbankan syariah di beberapa negara Asia Tenggara lainnya.

INDONESIA

Deregulasi perbankan di Indonesia sebenarnya sudah dimulai sejak tahun 1983. Pada saat itu Bank Indonesia selaku bank sentral telah memberikan keleluasaan kepada bank-bank umum untuk menetapkan suku bunga. Pada tahun yang sama, pemerintah Indonesia pernah berencana untuk menerapkan sistem bagi hasil yang merupakan konsep dari perbankan syariah. 5 tahun kemudian, pemerintah Indonesia mengeluarkan Paket Kebijakan Deregulasi Perbankan 1988 atau yang disebut sebagai Pakto 1988. Melalui kebijakan tersebut pemerintah memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada bisnis perbankan untuk menunjang pembangunan (liberalisasi sistem perbankan), meskipun kondisi pada saat itu perbankan konvensional lebih banyak berdiri, namun beberapa usaha-usaha perbankan berasaskan syariah yang bersifat daerah sudah mulai bermunculan.

Pada tahun 1990, ikhtiar dasar mengenai pendirian bank syariah di Indonesia mulai dilakukan. Melalui lokakarya yang di selenggarakan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengenai bunga bank dan perbankan dihasilkan beberapa keputusan yang kemudian dibahas lebih lanjut pada Musyawarah Nasional IV MUI di Jakarta sampai menghasilkan amanat bagi pembentukkan kelompok kerja pendirian bank syariah di Indonesia.

Sebagai hasil kerja dari tim perbankan MUI, berdirilah bank syariah pertama di Indonesia yaitu PT Bank Muamalat Indonesia (BMI) pada tanggal 1 November 1991 (berdasarkan akte pendirian). Kemudian sejak tanggal 1 Mei 1992, Bank Muamalat Indonesia resmi beroperasi. Pada awal pendirian BMI di Indonesia ternyata masih belum mampu memperoleh perhatian yang optimal dalam tatanan sektor perbankan nasional. Landasan hukum operasi bank yang menggunakan sistem syariah pada saat itu masih diakomodir dalam satu ayat tentang bank dengan sistem bagi hasil pada UU No. 7 tahun 1992. Barulah pada tahun 1998, pemerintah Indonesia bersama dengan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) melakukan penyempurnaan UU No. 7 tahun 1992 menjadi UU No. 10 tahun 1998 yang secara tegas menjelaskan bahwa terdapat dua sistem perbankan yang berlaku di Indonesia (dual banking system), yaitu sistem perbankan konvensional dan sistem perbankan syariah.

UU No. 10 tahun 1998 menjadi titik balik perhatian masyarakat perbankan hingga mampu memunculkan beberapa bank syariah lainnya, seperti Bank IFI, Bank Syariah Mandiri, Bank Niaga, Bank BTN, Bank Mega, Bank BRI, Bank Bukopin, BPD Jabar dan BPD Aceh. Pengesahan beberapa produk perundangan yang memberikan kepastian hukum di Indonesia mampu meningkatkan aktivitas pasar keuangan syariah, beberapa regulasi bermunculan seperti UU No. 21 tahun 2008 tentang perbankan syariah dan UU No. 19 tahun 2008 tentang Surat Berharga Syariah Negara (sukuk).

Setelah diberlakukannya UU No. 21 tahun 2008, perkembangan perbankan syariah di Indonesia memiliki landasan hukum yang memadai dan mampu menjadi faktor pendorong pertumbuhan yang semakin cepat bagi industri perbankan syariah.

Perkembangan mengenai perbankan syariah di Indonesia hingga saat ini memang masih memerlukan perhatian khusus dari seluruh kalangan baik pemerintah, stakeholder terkait maupun masyarakat umum. Kendati demikian berdasarkan data yang dirilis oleh OJK pada tahun 2019, jumlah bank syariah di Indonesia mencapai 189 bank yang terdiri dari 14 Bank Umum Syariah (BUS), 20 Unit Usaha Syariah (UUS), dan 164 Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS).

Perkembangan mengenai perbankan syariah di Indonesia pada tahun 2020 hingga 2021 mendatang akan memasuki babak baru. Melalui merger tiga bank yang berstatus sebagai bank BUMN diharapkan mampu meningkatkan daya saing perbankan syariah baik secara nasional maupun global. Patut kita nantikan kiprah perbankan syariah di Indonesia pasca diberlakukannya merger yang direncanakan akan selesai terlaksana pada Februari 2021 mendatang.

Artikel mengenai merger tiga bank syariah BUMN dapat dibaca kembali disini

Nantikan postingan selanjutnya yang akan menilik perkembangan perbankan syariah di Malaysia!

Sumber:

Ghozali, M., dkk. 2019. Perkembankan Bank Syariah di Asia Tenggara: Sebuah Kajian Historis. FALAH Jurnal Ekonomi Syariah. 4. (1): 44-45.

Insight Buletin Ekonomi Syariah KNEKS Edisi Kedelapan Januari 2020.

www.ojk.go.id

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: