Menilik Perkembangan Bank Syariah Di Asia Tenggara (Malaysia)

Setelah pada postingan beberapa minggu yang lalu telah dibahas perkembangan bank syariah di Indonesia, kini kita beranjak untuk menilik seperti apa perkembangan bank syariah di Malaysia berdasarkan dari sisi historisnya.

#GenSyariah dapat membaca postingan mengenai Perkembangan Bank Syariah di Asia Tenggara bagian Indonesia sebelum melanjutkan menilik perkembangan bank syariah di Asia Tenggara bagian Malaysia.

Perkembangan perbankan syariah di Malaysia diawali pada saat pemerintah membentuk Lembaga Tabungan Haji pada tahun 1963, lembaga tersebut dibentuk untuk investasi tabungan masyarakat lokal pada instumen bebas bunga bagi mereka yang ingin menunaikan ibadah haji. Skema yang digunakan oleh Lembaga Tabungan Haji tersebut adalah mudharabah, musyarakah¸ dan ijarah dalam pembiayan investasi dibawah petunjuk dan pengawasan Komite Fatwa Nasional Malaysia (National Fatawah Commitee of Malaysia). Seiring berkembangnya kebutuhan masyarakat Lembaga Tabungan Haji yang hanya sebagai lembaga penyimpanan dianggap masih memiliki kekurangan inovasi dan insentif keuangan.

Atas dasar kurangnya Lembaga Tabungan Haji dalam memfasilitasi kebutuhan masyarakat akan sebuah kegiatan perbankan dan keuangan yang berlandaskan pada prinsip syariah, maka pemerintah Malaysia yang berada dibawah kepemimpinan Perdana Menteri Mahathir Muhammad berusaha untuk mengintegrasikan nilai-nilai Islam dalam kebijakan pemerintah dalam rangka untuk memberikan pengaruh positif dalam pengembangan negara. Sebagai tindak lanjut dari kebijakan tersebut, Dewan Penasihat Islam (Islamic Consultative Board) mengumumkan penekanan bahwa setiap usaha pembangunan negara harus sesuai dengan nilai-nilai Islam.

Pada tahun 1983 berdasarkan Undang-Undang Perbankan Syariah Malaysia, berdirilah bank syariah pertama dengan nama Bank Islam Malaysia Berhard (BIMB). Bank Islam Malaysia Berhard (BIMB) dinilai menjadi sebuah milestine perkembangan sistem keuangan syariah di Malaysia. BIMB menawarkan bentuk bisnis perbankan yang sama dengan bank komersial lainnya, akan tetapi sesuai dengan prinsip-prinsip syariah.

Beberapa tahun kemudian pasca berdirinya bank syariah pertama di Malaysia, tepatnya pada tahun 1999 bank Islam kedua di Malaysia berdiri dengan nama Bank Muamalat Berhard (BMMB) yang merupakan hasil spin-off atas merger yang dilakukan antara Bank Bumiputra Malaysia Berhard (BBMB) dengan Bank of Commerce (Malaysia) Berhard.

Keberadaan bank syariah pertama di Malaysia ternyata merupakah hasil permintaan dari penduduk Muslim yang ingin adanya suatu sistem perbankan dan keuangan yang sesuai dengan prinsip syariah. Atas dasar permintaan tersebut pemerintah Malaysia melakukan langkah yang dinilai proaktif untuk mendirikan bank syariah pertama dengan membentuk sebuah tim perumus pembentukan bank syariah pertama di Malaysia pada tahun 1981, tepat dua tahun sebelum bank syariah pertama di Malaysia resmi berdiri. Hasil dari kinerja tim perumus pembentukan bank syariah pertama di Malaysia ialah Undang-Undang Perbankan Malaysia yang kemudian dibarengi dengan pendirian BIMB di tahun 1983.

Bank Negara Malaysia yang merupakan bank sentral di Malaysia mencoba untuk meningkatkan jumlah pemain dalam sistem perbankan syariah dengan cara memperkenalkan bentuk skema yang diberi nama Interest Free Banking Scheme. Kebijakan tersebut kemudian dikenal sebagai Islamic Window, dimana semua bank komersil diberikan kesempatan untuk menawarkan produk dan layanan perbankan syariah disamping layanan konvensional yang sudah lebih dulu mereka jalankan. Melalui kebijakan tersebut, menobatkan Malaysia sebagai negara pertama yang menerepkan dual banking system dimana bank syariah dan konvensional dapat berdampingan dalam sistem keuangan nasional, namun dengan syarat adanya keharusan lembaga keuangan untuk memisahkan dana dan akvitas yang akan digunakan oleh perbankan syariah dengan perbankan konvensional. Artinya tidak diperbolehkan adanya percampuran dana dari jenis transaksi tersebut. Beberapa bank yang berhasil berpartisipasi pada model skema Islamic Window diantaranya adalah HSBC Bank Malaysia Berhard, OCBC Bank Malaysia Berhard dan Standard Chartered Bank Malaysia Berhard.

Inovasi kebijakan dari Bank Negara Malaysia tidak hanya berhenti sampai pada pengenalan model skema Islamic Window yang berhasil menarik beberapa bank konvensional untuk bisa menerapkna dual banking system, kebijakan lain yang dikeluarkan oleh Bank Negara Malaysia salah satunya adalah konsep Islamic Banking Subsidiary yang memperbolehkan lembaga keuangan yang menerapkan skema Islamic Window untuk mengonversi dan membentuk bank umum syariah (full-fleged Islamic Bank). Rentetan kebijakan itulah yang meemicu perkembangan perbankan syariah di Malaysia makin tumbuh subur dan kompetitif, hingga mampu mendorong bank asing masuk ke Malaysia. Tahun 2004 merupakan tahun dimana pemerintah Malaysia menerapkan kebijakan liberalisasi keuangan dimana lembaga keuangan asing diberikan izin untuk mendirikan bank asing syariah di Malaysia. Tujuan dari adanya kebijakan tersebut adalah untuk menciptakan kondisi persaingan dan untuk meningkatkan kinerja industri perbankan syariah secara keseluruhan, adapun hasil dari kebijakan liberalisasi keuangan yang diterapkan adalah masuknya beberapa lembaga keuangan dari negara Timur Tengah dalam pasar perbankan syariah Malaysia, seperti Al Rahji Banking and Investement Corporation dan Asian Finance Bank dan Kuwait Finance House.

Hingga saat ini Malaysia merajai industri keuangan global dan dinobatkan sebagai negara dengan sistem keuangan syariah terbaik di dunia delapan kali secara berturut-turut berdasarkan publikasi yang dikeluarkan oleh Global Islamic Economy Report.

Sumber:

Rama A. 2015. Analisis Deskriptif Perkembangan Perbankan Syariah di Asia Tenggara. The Journal of Tauhidinomics. 1(2): 105-123

Satu pendapat untuk “Menilik Perkembangan Bank Syariah Di Asia Tenggara (Malaysia)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: