Perkara Halal/Haram Cryptocurrency

Photo by Jievani Weerasinghe on Unsplash

Uang merupakan sebuah alat yang berfungsi sebagai perantara dalam suatu transaksi yang dilakukan oleh seseorang. Selain menjadi media pertukaran, uang juga berfungsi sebagai ukuran harga dan media dalam menyimpan nilai. Sekarang uang tidak hanya berbentuk kertas atau logam, tetapi terdapat jenis uang dengan bentuk baru yaitu uang kripto (cryptocurrency) yang banyak dikenal masyarakat, salah satu jenisnya adalah Bitcoin. Lalu bagaimana hukum dari uang kripto jika ditinjau dengan sudut pandang Islam, boleh atau tidak jika kita menggunakan uang kripto? mari kita bahas secara rinci.

Apa Itu Uang kripto? 

Uang kripto (cryptocurrency) merupakan uang berbentuk aset digital, jadi baik penyimpanan maupun penggunaannya melalui sistem virtual atau dengan jaringan internet. Dari namanya saja (kripto) bisa diketahui bahwa sistemnya telah menggunakan enskripsi, sehingga tingkat keamanan dinilai dianggap lebih baik dari uang logam atau kertas yang kita gunakan saat ini. Selain itu yang menjadi pembeda antara uang kripto dengan uang kartal atau giral, ada pada penerapannya, dimana uang kripto menggunakan sistem desentralisasi, artinya pengawasan dilakukan bukan oleh bank tertentu tetapi oleh komunitas tertentu. Hal ini juga menjadi alasan mengapa uang kripto dianggap memiliki keamanan yang kuat, karena semakin kuat kredibilitas komunitas yang melakukan pengawasan maka akan semakin aman.

Bagaimana Hukum Uang Kripto Dalam Islam?

Sebenarnya isu dan kabar pemberitaan mengenai uang kripto bukan merupakan hal baru dalam kajian Islam khususnya jika dikaitkan dengan ekonomi Islam. Namun, seiring berkembangnya isu dan sistem perekonomian yang ada, isu mengenai diperbolehkannya penggunaan uang kripto telah banyak dikaji. Lembaga Fatwa Darul Ifta Al-Azhar, Mesir telah mengkaji dan menjelaskan bahwa status uang kripto Bitcoin hukumnya haram sesuai syariat. Mengapa demikian? Karena berdasarkan hasil kajian telah ditemukan salah satu unsur yang dilarang dalam Islam khususnya pada konteks muamalah, yaitu mengandung unsur gharar. Istilah gharar digunakan dalam fikih muamalah untuk menggambarkan bahwa sebuah kegiatan muamalah mengandung spekulasi, keraguan dan ketidakjelasan, sehingga dapat merugikan salah satu pihak.

Setelah kajian Lembaga Fatwa Darul Ifta Al-Azhar dilakukan, Majelis Ulama Indonesia (MUI) kemudian mengeluarkan 11 catatan terkait uang kripto Bitcoin, yaitu sebagai berikut:

  1. Bitcoin adalah salah satu bentuk perkembangan teknologi digital yang sepenuhnya dikendalikan oleh mekanisme pasar digital (permintaan dan penawaran) tanpa campur tangan bank sentral dan pemerintah.
  2. Bitcoin adalah mata uang digital yang penyebarannya dalam jaringan peer-to-peer, sehingga memiliki Blockchain yang dapat diakses oleh publik mengenai transaksi yang dilakukan oleh setiap pengguna bitcoin.
  3. Bitcoin disebarkan dengan nama samaran Satoshi Nakamoto sebagai mata uang digital yang berbasis cryptography pada tahun 2009. Jual beli mata uang digital disebut cryptocurrency.
  4. Cryptocurrency adalah mata uang digital yang tidak termasuk mata uang resmi dan tidak diberikan regulasi oleh pemerintah. Bitcoin dapat diperoleh dengan membeli atau menambang dengan maksimal batasan hanya 21 juta. Selain itu, Bitcoin berguna sebagai alat pertukaran dan investasi.
  5. Di beberapa negara, Bitcoin dikelompokkan sebagai mata uang asing yang pada umumnya tidak diakui oleh otoritas pemerintah karena tidak merepresentasikan nilai aset. Transaksi Bitcoin mirip transaksi nilai tukar atau valas yang bersifat spekulatif.
  6. Sebagian ulama menerima Bitcoin karena sifatnya seperti uang yang digunakan sebagai alat tukar yang diterima secara umum. Tetapi sebagian ulama juga menolak karena masih banyak negara yang menolak Bitcoin.
  7. Berdasarkan Buhuts Fi Al-Iqtishad Al-Islami halaman 178, uang didefinisikan sebagai segala sesuatu yang menjadi media dalam transaksi alat tukar dan diterima secara umum baik dalam bentuk apapun maupun kondisi seperti apapun.
  8. Dalam fatwa DSN-MUI diperbolehkan transaksi jual beli uang, tetapi harus memenuhi ketentuan yaitu terdapat kebutuhan, tidak digunakan untuk spekulasi, jika transaksi mata uang sejenis maka harus sama dan tunai serta jika berbeda jenis maka harus sesuai dengan kurs yang berlaku saat transaksi dan tunai.
  9. Bitcoin sebagai alat tukar hukumnya boleh, dengan syarat jika jenisnya sama maka harus ada serah terima dengan kuantitas sama, tetapi jika berlainan disyaratkan harus serah terima baik secara hakiki maupun hukmi.
  10. Bitcoin untuk investasi lebih bersifat gharar, karena keberadaannya tidak terdapat underlying asset, harga tidak dapat dikontrol dan tidak ada yang menjamin secara resmi sehingga kemungkinan besar banyak spekulasi yang haram.
  11. Bitcoin hukumnya mubah sebagai alat tukar bagi yang berkenan untuk menggunakan dan mengakuinya. Tetapi Bitcoin untuk investasi hukumya haram karena hanya untuk spekulasi untuk alat untung rugi, bukan investasi pada bisnis yang menghasilkan.

Dari sebelas catatan MUI tersebut dapat disimpulkan bahwa uang kripto Bitcoin memiliki dua sisi hukum yaitu mubah dan haram. Dianggap mubah jika digunakan hanya sebagai alat tukar antara dua pihak yang saling menerima. Dianggap haram jika digunakan dalam investasi, hal ini dikarenakan investasi Bitcoin merupakan kegiatan yang dekat dengan spekulasi dan dapat merugikan orang lain. Pemberian hukum ini bukan tanpa sebab, KH. Chalil Nafis, Ketua Bidang Pengurus MUI Pusat mengatakan bahwa Bitcoin tidak memiliki aset sebagai pendukung (underlying asset) yang mengakibatkan harga didalamnya tidak bisa dikontrol dan tidak ada pihak yang menjamin secara resmi. 

Hasil Batsul Masail PWNU Jawa Timur pada tanggal 10-11 Februari 2018 di Tuban, memutuskan bahwa Bitcoin dikelompokkan dalam jenis harta virtual yang dapat dijadikan sebagai alat tukar dan investasi sehingga wajib zakat didalamnya. Tetapi Bitcoin masih belum mendapatkan regulasi dari pemerintah sehingga memiliki risiko tinggi dari segi keamanan jika digunakan sebagai alat tukar, sehingga diperlukan kearifan penggunanya. Terlepas dari itu, tidak adanya regulasi pemerintah tidak menghalangi keabsahan muamalah dengan catatan tidak terdapat unsur yang dilarang syariah. Jika dalam masa mendatang pemerintah memutuskan untuk melarang penggunaan Bitcoin karena terdapat mudharat yang besar, maka kita harus mengikuti ketentuan tersebut.

Fahmi Salim sebagai Wakil Ketua Majelis Tabligh Pimpinan Pusat Muhammadiyah, menjelaskan bahwa masih belum ada fatwa hukum mengenai uang kripto yang secara khusus dapat dijadikan pedoman, karena kasusnya yang masih baru membuat para ulama dan fuqaha tidak tergesa-gesa dalam memberikan hukum. Tetapi secara pribadi, Fahmi Salim lebih menghindari uang kripto, karena selain belum disepakati sebagai alat tukar, uang kripto memiliki tingkat fluktuasi yang tinggi.

Seperti kaidah muamalah yaitu semua kegiatan muamalah hukumnya boleh sampai terdapat dalil yang mengharamkannya. Sampai saat ini masih belum ada fatwa pasti mengenai hukum Bitcoin. Tetapi dari sebelas catatan tersebut hukumnya boleh jika digunakan sebagai alat tukar bagi pihak yang mengakui dan menggunakannya serta Bitcoin juga hukumnya haram jika digunakan untuk investasi karena mengandung unsur gharar dan spekulasi yang diharamkan dalam Islam.

Bagaimana #GenSyariah, sudah memutuskan untuk terus atau berhenti menggunakan uang kripto? Tulis pendapatmu di kolom komentar ya!

Penulis:

Andika Eko Prassetyo

Reviewer:

Lusiana Ulfa Hardinawati, S.Ei., M.Si.

Editor:

Nulido Firgiyanto

Sumber:

https://www.cnbcindonesia.com/tech/20210421122025-37-239548/heboh-soal-bitcoin-mui-sampai-al-azhar-sudah-bilang-haram

https://www.idxchannel.com/economics/menilik-bitcoin-haram-atau-halal-ini-11-catatan-mui

https://muhammadiyah.or.id/mata-uang-kripto-tidak-sekadar-mubah-atau-haram

https://islam.nu.or.id/post/read/86225/hukum-transaksi-dengan-bitcoin

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: