Sukuk Dan Perannya Dalam Pembangunan Negara

Photo by Mathieu Stern on Unsplash

Obligasi merupakan salah satu instrumen investasi yang bertujuan untuk mendukung pembangunan nasional. Berkaitan dengan obligasi, mungkin #GenSyariah sudah tidak asing juga dengan istilah ‘sukuk’. Belakangan ini, sukuk mulai banyak dibahas pada banyak kesempatan, seperti sosialisasi keuangan, maupun webinar. Kerap kali, sukuk dibandingkan dengan obligasi konvensional. Sebenarnya apa itu sukuk, dan kenapa sering dikaitkan dengan obligasi?

Menurut DSN NO: 137/DSN-MUIAX2020, Sukuk adalah Surat Berharga Syariah (Efek Syariah) berupa sertifikat atau bukti kepemilikan yang bernilai sama dan mewakili bagian kepemilikan yang tidak bisa ditentukan batas-batasnya (musya) atas aset yang mendasarinya (Aset Sukuk/Ushul al- Shukuk) setelah diterimanya dana sukuk, ditutupnya pemesanan dan dimulainya penggunaan dana sesuai peruntukannya. Aset Sukuk (Ushul al-Shukuk) adalah Aset yang menjadi dasar penerbitan Sukuk yang terdiri atas aset berwujud (al-a’yan), nilai manfaat atas aset berwujud (manafi’ al-a’yan), jasa (al-khadamat), aset proyek tertentu (maujudat masyru’ mu’ayyan) dan/atau aset kegiatan investasi yang telah ditentukan (nasyath istitsmar khashsh).

Pengertian sukuk juga disampaikah oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), menurut OJK sukuk merupakan efek syariah berupa sertifikat atau bukti kepemilikan yang bernilai sama dan mewakili bagian yang tidak terpisahkan atau tidak terbagi (syuyu’/undivided share), atas aset yang mendasarinya.

Berdasarkan pengertian tersebut dapat kita pahami bahwa Sukuk adalah surat berharga yang merepresentasikan kepemilikan aset oleh investor lewat penerbitan surat utang dengan prinsip syariah yang mengatur. Sukuk bisa diterbitkan oleh negara, perusahaan BUMN, maupun swasta. Karena sebab itu, sukuk sering disebut sebagai obligasi syariah, dengan begitu, obligasi negara dikategorikan menjadi dua bagian yaitu obligasi konvensional dan obligasi syariah. Namun, ada perbedaan dari sifat instrumen yang menjadi pembeda diantara keduanya, dimana pada sukuk terdapat Underlying Asset yang tidak ada di obligasi. Jenis sukuk yang lazim ditawarkan terbagi dua, yaitu sukuk ritel dan sukuk tabungan, sementara obligasi yang tidak asing kita ketahui berjenis ORI (Obligasi Ritel Indonesia) dan SBR (Saving Bond Ritel). 

Seperti produk investasi syariah lainnya, pendanaan modal yang diterima melalui sukuk akan didistribusikan pada sektor-sektor yang lini bisnis atau operasionalnya tidak bertentangan dengan syariah. Baik sukuk tabungan maupun sukuk ritel, keduanya sama-sama diterbitkan dengan tujuan untuk memberi kontribusi bagi pembiayaan pembangunan infrastruktur di Indonesia, sekaligus untuk membiayai Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Jadi, #GenSyariah sebagai investor yang memilih saluran investasi melalui sukuk bisa turut berkontribusi dalam pembangunan nasional demi kemajuan bangsa dan meningkatkan kesejahteraan bersama. 

Berdasarkan data yang dirilis dari Kementerian Keuangan RI, berikut beberapa proyek infrastruktur yang sumber pembiayaannya berasal dari sukuk:

  1. Pembangunan Tol Solo – Ngawi seksi I – Colomadu Karanganyar Jawa Tengah, dibiayai dari Sukuk Negara T.A 2017-2018.
  2. Pembangunan Ramp on/off Flyover Amplas Medan, dibiayai dari Sukuk Negara T.A 2016.
  3. Pembangunan Jalan Gerung Mataram NTB, dibiayai dari Sukuk Negara T.A 2015.
  4. Pembangunan gedung perkuliahan UIN Manado Sulawesi Utara, dibiayai dari Sukuk Negara T.A 2018.
  5. Pembangunan gedung perkuliahan IAIN Salatiga Jawa Tengah, dibiayai dari Sukuk Negara T.A 2015-2016.
  6. Pembangunan Jalur Kereta Double Track Selatan Jawa Cirebon-Kroya-Solo-Madiun-Jombang, dibiayai dari Sukuk Negara T.A 2013-2019.
  7. Asrama haji Makassar.
  8. Jembatan Youtefa (Holtekamp) – Papua; dan banyak proyek lainnya. 

Berdasarkan data dari Kementerian Keuangan, terdapat fakta menarik yang perlu kita ketahui terkait sukuk, dimana Green Sukuk Ritel – Sukuk Tabungan merupakan penerbitan Green Sukuk Ritel pertama sekaligus menunjukkan komitmen dan kontribusi Pemerintah dalam mengembangkan pasar keuangan syariah, serta upaya dalam mengatasi perubahan iklim, yang diwujudkan melalui penerbitan instrumen pembiayaan yang inovatif dan berkelanjutan. Semenjak penerbitan Green Sukuk Ritel – Sukuk Tabungan seri ST007, Pemerintah akan membiayai proyek ramah lingkungan di lima sektor yakni energi yang terjangkau dan bersih; kerja yang layak dan pertumbuhan ekonomi; industri, inovasi dan infrastruktur; kota dan komunitas yang berkelanjutan; dan aksi iklim. Hal ini diharapkan dapat memitigasi dampak perubahan iklim dan adaptasi atas perubahan iklim yang telah terjadi.Pencapaian Sukuk ini juga tercatat sangat sangat luar biasa, hingga 30 November 2020, total volume pemesanan pembelian sukuk tabungan, ST007 yang telah ditetapkan mencapai Rp5.421.257.000.000,00 (lima triliun empat ratus dua puluh satu miliar dua ratus lima puluh tujuh juta rupiah) dengan jumlah investor sebanyak 16.992 orang. Penerbitan ST007 ini bekerjasama dengan 31 Mitra Distribusi yang terdiri dari 4 Bank Umum Syariah, 16 Bank Umum, 5 Perusahaan Efek, 3 Perusahaan Efek Khusus dan 3 Perusahaan Financial Technology. Investor baru yang tercatat selama masa penawaran ST007 sebanyak 4.276 investor dan didominasi oleh generasi milenial dengan persentase 56,71%. Hal ini sesuai dengan tujuan Pemerintah untuk mendorong investor milenial menjadi smart investor sekaligus peduli lingkungan. Salah satu wujud nyata manfaat dari penerbitan Green Sukuk Ritel seri ST007 dapat kita lihat dari pembangunan jaringan irigasi baru. Dampak pembangunan jaringan irigasi ini ditujukan untuk meningkatkan kapasitas dan ketahanan air di beberapa daerah yang rentan terhadap kekeringan, dan pada akhirnya akan mendukung peningkatan ketahanan pangan dan ekonomi produktif.

Penulis:

Mia Izzatul Afkarina

Reviewer:

Lusiana Ulfa Hardinawati, S.Ei., M.Si

Editor:

Nulido Firgiyanto

Sumber:

https://money.kompas.com/read/2021/01/31/175132426/mengenal-investasi-sukuk-definisi-keuntungan-dan-cara-membelinya?page=all

https://www.kemenkeu.go.id/sukukritel

https://dsnmui.or.id/kategori/fatwa/

https://blog.investree.id/marketplace-lending/cari-tahu-tentang-sukuk-tabungan-dan-perbedaannya-dengan-sukuk-ritel-yuk/?gclid=Cj0KCQjw8vqGBhC_ARIsADMSd1Duh_2yRt-PYbS927ybtw0erudQ_t48Rtvj3Yc_5Zr2idzZbSDSH68aApBUEALw_wcB

https://www.djppr.kemenkeu.go.id/page/load/2990

Satu pendapat untuk “Sukuk Dan Perannya Dalam Pembangunan Negara

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: